Dilansir dari laporan Berita Hawzah, Rajab adalah bulan untuk mencuci hati dan jiwa dari karat dosa dan kelalaian. Orang-orang yang menempatkan hati mereka dalam kecintaan kepada Allah di bulan ini berusaha mengambil manfaat hingga hari terakhir dari keberkahan bulan ini dan mempersiapkan diri untuk limpahan karunia bulan Sya'ban yang agung.
Salah satu cara untuk mengambil manfaat dari keberkahan bulan Rajab adalah dengan melakukan amalan-amalan yang dianjurkan di bulan ini. Para penempuh jalan menuju Allah (salikin ilallah) dari hari pertama hingga hari terakhir bulan Rajab sangat memperhatikan pelaksanaan amalan-amalan yang disebutkan dalam ayat dan riwayat. Dalam kitab Mafatih al-Jinan, untuk hari terakhir bulan Rajab, amalan-amalan seperti puasa dan mandi (ghusl) dianjurkan. Berdasarkan kitab Al-Muraqabat karya Ayatullah Mirza Jawad Agha Maliki Tabrizi—yang memuat program-program ibadah yang dikumpulkan dari ayat dan riwayat para Imam Maksum 'alaihimussalam—amalan-amalan hari terakhir Rajab diriwayatkan sebagai berikut:
"Termasuk amalan yang paling utama pada hari ini adalah pelaksanaan bagian ketiga dari Shalat Salman. Bagian ketiga ini berjumlah sepuluh rakaat, serupa dengan dua bagian sebelumnya. Namun, yang membedakan adalah doa yang dibaca di sela-sela setiap dua rakaat; doa berikut inilah yang dibaca sebagai pengganti doa-doa sebelumnya:"
«لا اله الا الله وحده لا شریک له، له الملک و له الحمد، یحیی و یمیت، و هو حی لا یموت، بیده الخیر و هو علی کل شیء قدیر و صلی الله علی سیدنا محمد و آله الطاهرین. و لا حول و لا قوه الا بالله العلی العظیم»
"Tidak ada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan pujian. Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Hidup tidak akan mati. Di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Semoga shalawat Allah tercurah kepada junjungan kita Muhammad dan keluarganya yang suci. Dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.)"
Ayatullah Mujtaba Tehrani memberikan beberapa wasiat terkait akhir bulan Rajab, pentingnya istighfar, dan juga cara memasuki bulan Syakban, sebagai berikut:
Rasulullah Saw bersabda: "Ramadhan adalah bulan Allah, Syakban adalah bulan Rasulullah, dan Rajab adalah bulanku." Rajab adalah bulan istighfar. Para wali Allah memperkuat hubungan mereka dengan Allah di bulan ini. Apa yang telah kita lakukan di bulan ini? Malam ini, di malam terakhir bulan ini, marilah kita memohon kepada Allah agar menempatkan kita di bawah perhatian para wali-Nya.
Salah satu kesempatan yang terlewatkan adalah kesempatan waktu. Teman-teman, bulan Rajab telah pergi; apa yang telah kita lakukan di bulan Rajab ini? Sudah habis. Apakah kalian sedih malam ini karena bulan Rajab telah lewat dari kita? Ia telah pergi, sudah berakhir. Oleh karena itu, hargailah jwaktu dan kesempatan yang tersisa di bulan Rajab, dan di malam bulan Rajab ini, marilah kita menjawab panggilan-Nya dan memohon ampunan serta petunjuk dari Allah Swt.
Alangkah baiknya bulan ini. Bulan yang penuh rahmat; bulan Allah; bulan istighfar, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat bahwa bulan Rajab disebut al-Ashabb, yang berarti curahan rahmat Allah di bulan ini atas umat, dan ampunan Allah di bulan ini. Apakah hujan rahmat ini di bulan ini juga telah sampai ke hati kita? Apakah kita merasakannya? Apakah kita telah menempatkan diri kita dalam posisi untuk menerimanya? Mari kita renungkan dengan sungguh-sungguh.
Your Comment